27 June 2011 — fitrin
Setelah Billing(tagihan/SI) terakhir, jika proses Project sudah dianggap selesai kita lakukan Project Ending dari Activities | Project | Project Ending.
Project Ending dimaksudkan untuk kita tidak bisa lagi membuat Project Payment atau Material In Use untuk Project tsb karena sudah dianggap selesai.
Pada saat kita lakukan Project Ending, pastikan semua biaya-biaya sudah di alokasikan ke COGS di Sales Invoice/Billing terakhir. Jika setelah dibuat Billing terakhir masih ada Barang atau Biaya yang dikeluarkan dan belum teralokasi di Billing terakhir kita, kemungkinannya waktu kita lakukan Project Ending akan ada konfirmasi seperti contoh berikut ini :
“Warning!!
PDP Amount = -100,000, please check COGS Amount in Invoice(s).”
PDP Amount = -100,000, please check COGS Amount in Invoice(s).”
Dengan ada nya konfirmasi tsb, maka kita diinformasikan bahwa masih ada Cost untuk Proyek yang akan Ending tsb yang belum di alokasikan ke Account COGS(masih teralokasi di account Proyek Dalam Penyelesaian posisi di Neraca), untuk itu sebelum atau sesudah Project Ending, kita ke List | Sales | Sales Invoice, cari Invoice terakhir atas Project tsb, Edit lalu klik button Recalc yang ada di pojok kanan bawah Invoice di field COGS lalu Save&Close.
Bedanya jika kita update COGS di Faktur setelah dilakukan Project Ending, akan di konfirmasi bahwa Project tsb sudah di Ending, apakah akan tetap dilanjutkan, kita pilih Yes.
(Available for v4)
20 January 2011 — fitrin
Berikut jurnal yang terjadi di modul Project Contractor :
Activities | Project | Material in Use, (sesuai cost keluar barang secara FIFO atau Average):
(Dr)Proyek Dalam Penyelesaian xxx
(Cr)Persediaan xxx
Activities | Project | Material in Use, (sesuai cost keluar barang secara FIFO atau Average):
(Dr)Proyek Dalam Penyelesaian xxx
(Cr)Persediaan xxx
*) Activities | Project | Expense Payment (Dibuat pada saat mau mencatat pengeluaran biaya Proyek diluar dari Material):
(Dr)Biaya Upah xxx
(Cr)Kas/Bank xxx
(Cr)Kas/Bank xxx
(Dr)Proyek Dalam Penyelesaian xxx
(Cr)Biaya Upah xxx
(Cr)Biaya Upah xxx
*)Pada saat Billing dari Activities | Sales | Sales Invoice :
(Dr)Piutang(A/R) {Sesuai %Billing, %Billing x Grand Total di RAB} xxx
(Cr)Pendapatan Proyek xxx
(Dr)Piutang(A/R) {Sesuai %Billing, %Billing x Grand Total di RAB} xxx
(Cr)Pendapatan Proyek xxx
(Dr)COGS {Sesuai % Progress} xxx
(Cr)Proyek Dalam Penyelesaian xxx
(Cr)Proyek Dalam Penyelesaian xxx
Secara Default yang ditampilkan di field COGS di form SI dibagian bawah adalah sebesar %Progress x Nilai Subtotal di RAB, namun jika kita klik button Calc disampingnya, maka COGS yang ditampilkan dan diakui adalah sesuai semua pengeluaran untuk Project tsb sd sekarang(Pengeluaran dari Material in Use + Expense Payment).
Di Billing terakhir(SI tagihan terakhir) akan dialokasikan sisa keseluruhan account “Proyek Dalam Penyelesaian” ke account COGS.
(Available for v4)
16 December 2010 — fitrin
Kolom “Go To” yang ada di Project Survey diisi dengan Project Header atas Job yang sedang di Survey Penyelesaiannya.
Tersedianya field “go to” disini dimaksudkan untuk membantu kita memilih Job di form Project Survey jika job kita ada banyak. Dengan dipilihnya Project Header di Go To maka pilihan Job dibawahnya adalah Job-job dari Project Header yang kita pilih saja.
(Available for v4)
5 November 2010 — fitrin
Activities | Project | Expense Payment, Form ini kita gunakan untuk input pengeluaran biaya-biaya Proyek diluar dari Material bahan baku.
Contoh : Mencatat pembayaran upah mandor 250.000, di Form ini kita pilih akun Biaya Upah pada Kas, Jurnal Expense Payment tsb adalah sbb,
(Dr)Biaya Upah 250.000
(Cr)Kas/Bank 250.000
(Dr)Proyek Dalam Penyelesaian 250.000
(Cr)Biaya Upah 250.000
Hasil Jurnal ini dapat dilihat dari List(Daftar) | General Ledger(Buku Besar) | Journal Voucher(Bukti Jurnal Umum), Type transaksi centang yang “Proj. Expense Payment”.
Catatan : Account Biaya yang dapat dipilih di Form ini adalah Account Biaya yang di pilih pada saat pembuatan Labor Cost yang dipakai di RAB.
13 August 2010 — fitrin
Jika sebagian pekerjaan di Outsourcing(Pekerjaan diserahkan ke pihak lain) dan kita menggunakan fitur Project Contractor di versi 4, berikut langkah-langkah nya :
- Buat New Item dari List – Items, dengan nama SUBCON type Non Inventory Part, setting GLAccount untuk Expense Account ke Biaya Proyek(type boleh COGS/Expense).
- Pada saat membuat Project Baru, di TAB General ada pengisian untuk “Item For Subcon” disini kita isi dengan Item SUBCON yang sudah kita buat sebelumnya.
- Masih di pembuatan Project baru tsb, di pengisian RAB, untuk pekerjaan yang akan di Outsourching/kita serahkan pekerjaannya ke pihak lain, centang option Subcon-nya.
- Pada saat kita terima tagihan dari pihak lain yang mengerjakan sebagian pekerjaan proyek kita, buat Purchase Invoice, pilih Vendor nya, lalu klik di menu “Select From Project” yang ada diatas form Purchase Invoice. Disini kita pilih dulu dari Project mana lalu pilih pekerjaan yang di Outsourching. Secara otomatis ACCURATE akan menampilkan Item SUBCON di tab ITEM Purchase Invoice tsb, dan kita bisa isi Unitprice nya sebesar penagihan dan kenakan kode pajak jika kena PPn. Pelunasan dilakukan dari Purchase Payment. Jurnal yang terbentuk pada saat PI adalah:
(Dr) Proyek Dalam Proses xxxx
(Cr) Hutang xxxx
- Tagihan yang kita catat dari Purchase Invoice tsb akan masuk ke Report | Project | Budget & Actual Cost, dibagian Actual Cost-nya.
(Available for v4)
8 November 2007 — admin
Dari menu Report | Project | Project Profit And Loss Multiple Step / Project Profit And Loss Single Step.
Laporan Project Profit And Loss Multiple Step susunannya sama seperti Laporan Profit And Loss yang dilaporkan dari menu Report | Financial Statement. Secara garis besar yaitu Revenue – COGS – Expense + Other Income – Other Expense.
Sedangkan Project Profit And Loss Single Step laporannya di tampilkan dengan susunan : Revenue + Other Income – COGS – Expense – Other Expense
6 November 2007 — fitrin
Dari menu Report | General Ledger | General Ledger Detail
Pada preview report tersebut, masuk ke bagian Modifikasi | Filter, Account Type pilih Revenue, COGS, Expense, Other Income dan Other Expense.
Masih di bagian modifikasi, masuk ke bagian Custom, centang Project Name dan atau Departement Name(jika yang sedang di cek sehubungan dengan Departement).
Set Parameter dari 1 Januari s/d Periode report yang sedang akan di laporkan.
Report ini akan menampilkan seluruh transaksi yang berhubungan dengan laporan Laba Rugi (Profit & Loss) berikut informasi Project dan Department yang dipilih pada setiap transaksinya. Transaksi yang tidak diisi Project atau Department-nya akan terlihat di bagian Project atau Department-nya kosong.
17 September 2007 — admin
Misalkan perusahaan ABC adalah distributor alat rumah tangga yang akan mengadakan promosi penjualan vacum cleaner tipe terbaru. Untuk promosi ini perusahaan mendatangkan vacum cleaner dari Jerman. Pengiriman vacum cleaner dari Jerman ke Jakarta dilakukan oleh DHL, dan biaya angkut ditanggung oleh perusahaan ABC.
Dalam rangka promosi ini, biaya angkut vacum cleaner akan dibebankan sebagai biaya departemen pemasaran. Sedangkan pada perhitungan harga jual, biaya angkut akan dihitung sebagai bagian dari harga pokok pembelian.
Hal yang harus dilakukan dalam ACCURATE :
- Buat PI dengan item vacum claner
- Isi nilai biaya angkut
- Centang “Apply to items”
- Setelah langkah ketiga, nilai invoice vacum cleaner adalah sebesar harga beli vacum cleaner + biaya angkut.
- Selanjutnya pada tab expense, pilih akun biaya angkut dan isi dengan nilai negatif
- Setelah langkah keempat, nilai invoice vacum cleaner tidak lagi memperhitungkan biaya angkut
- Sedangkan cost item sudah memperhitungkan biaya angkut
- Buat invoice baru dengan vendor DHL. Pada tab expense, isi dengan akun biaya angkut dan nilai biaya angkut. Untuk pembebanan ke departemen / proyek, maka kolom departemen / proyek diisi dengan kode departemen / proyek.
- Melalui invoice ini biaya angkut telah dibebankan ke departemen / proyek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar